oleh

Peringatan isra mikraj digelar di masjid al muhajirin penceramah ustaz khoirul faizin.

-Berita-26 Dilihat
banner 468x60

 

Provinsi Bangka Belitung

banner 336x280

Tim9Jejakkasus.com Bangka tengah – arung dalam kamis (15/1), dan acara tersebut dihadiri oleh kalangan masyarakat,bhabinkamtibmas serta jamaah masjid setempat. Kegiatan tema ini“isra mikraj menumbuhkan rasa semangat beribadah dan akhlak mulia”.

 

Selanjut nya peringatan tersebut diisi oleh penceramah ustaz khoirul faizin, yang mengajak para masyarakat dan jamaah masjid agar tidak memaknai isra mikraj sebatas seremonial tahunan, melainkan mengambil teladan dan hikmah dari peristiwa besar yang dijelaskan dalam al-qur’an serta perjalanan nabi Muhammad SAW.

 

tetapi peristiwa besar yang harus kita ambil hikmahnya dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai hanya menjadi seremonial tanpa makna,” ujar ustaz khoirul faizin.

 

Dalam ceramahnya, ustaz khoirul faizin menjelaskan bahwa isra mikraj terjadi pada tahun ke-10 kenabian, yang dikenal sebagai aamul huzni atau tahun duka cita. Pada masa itu, rasulullah saw kehilangan istri tercinta siti khadijah ra dan paman beliau abu thalib, serta menghadapi tekanan dan boikot kaum quraisy di lembah bani amir. Di tengah ujian berat tersebut, ALLAH SWT memperjalankan nabi Muhammad SAW dari masjidil haram ke masjidil aqsa untuk memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-nya, dengan oleh-oleh utama berupa perintah salat.

Ustaz khoirul faizin juga mengingatkan bahwa umat islam saat ini hidup di zaman penuh fitnah, sebagaimana telah diprediksi oleh nabi Muhammad SAW, terlebih dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat.

 

“teknologi bisa menjadi sarana kebaikan, tetapi jika tidak digunakan dengan bijak justru bisa menyesatkan. Inilah zaman fitnah, sehingga kita harus lebih berhati-hati,” katanya.

Ia menambahkan, sejahat apa pun manusia, selalu ada lintasan kebaikan di dalam hati. Jika lintasan tersebut muncul, umat islam dianjurkan untuk tidak menunda berbuat baik.

 

kalau sudah ada niat baik di hati, jangan ditunda. Penundaan sering kali menjadi celah bagi godaan setan,” tambahnya.

Selain itu, pengajian dan majelis taklim dinilai sebagai momentum penting untuk menyatukan umat. Menurutnya, umat islam terbagi menjadi umatul ijabah yang telah rajin beribadah dan umatut dakwah yang masih perlu diajak serta dibina, bukan untuk dimusuhi.

“nabi Muhammad SAW tidak ingin melihat umatnya masuk neraka. Karena itu, mereka yang belum taat bukan untuk dimusuhi, tetapi didakwahi dengan cara yang baik,” jelas ustaz khoirul.

 

Melalui peringatan isra mikraj ini, jamaah berharap masjid semakin ramai oleh kegiatan ibadah, umat semakin rajin salat berjamaah, saling membantu sesama, meningkatkan kecintaan terhadap al-qur’an, serta tidak menunggu datangnya kematian untuk menyadari pentingnya beribadah dan berakhlak mulia.

 

Acara peringatan isra mikraj tersebut ditutup dengan tradisi nganggung, yakni makan bedulang secara bersama-sama, sebagai bentuk kebersamaan dan kekompakan jamaah. Tradisi ini semakin menegaskan nilai silaturahmi, persatuan, dan kebersamaan antarwarga, sejalan dengan semangat isra mikraj dalam menumbuhkan ibadah serta akhlak mulia di tengah kehidupan bermasyarakat.

Jurnalis Putra

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *