oleh

Pencuri Tailing Eks Smelter Digerebek, Dugaan Mafia Zirkon dan Tailing Kembali Terbongkar Atas Nama PAIRUN. 

banner 468x60

 

Provinsi Bangka Belitung

banner 336x280

Tim9Jejakkasus.com – PANGKALPINANG  Aroma praktik ilegal di kawasan eks smelter, Ketapang, Kota Pangkalpinang, kembali menyeruak ke permukaan. Lokasi yang sebelumnya sempat terseret dalam pusaran kasus tata niaga timah raksasa senilai Rp300 triliun itu kini kembali menjadi sorotan setelah adanya dugaan penangkapan pelaku pencurian zirkon dan tailing oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung. Senin (25/05/2026)

Informasi yang dihimpun media Tim9JejakKasus menyebutkan, operasi penindakan dilakukan pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di area Eks Semelter yang berada di jalur masuk TPI Ketapang.

Dalam operasi tersebut, aparat dikabarkan mengamankan satu unit mobil truk yang diduga digunakan untuk mengangkut material zirkon dan tailing dari lokasi eks smelter. Material tersebut diduga diambil secara ilegal dan diperjualbelikan oleh jaringan tertentu yang selama ini beroperasi secara tertutup.

Sumber terpercaya di lapangan menyebut, penindakan dilakukan langsung oleh tim Krimsus Polda Babel setelah sebelumnya aktivitas di lokasi itu menjadi perhatian aparat.

“Pagi tadi sekitar jam 10 ada penangkapan di Eks Smelter oleh Krimsus Polda Babel. Barang bukti satu unit mobil truk diamankan. Nama yang disebut-sebut diamankan itu PAIRUN, tapi masih diselidiki pak. Selain itu ada juga nama PEB warga Air Itam. Mereka diduga pemain lama dan dalang aktivitas di sana,” ungkap sumber kepada awak media.

Diduga Mereka Berdua Lah Selama Ini Yang Mencuri Tailing di eks Semelter Tersebut. PAIRUN Bos Besar Pemain Tailing. Dan PEB Ini Juga Pemain Yang Tidak Pernah Tersentuh APH, Info nya PEB Ini diduga dilindungi Oknum Kepolisian.

Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas para pihak yang diamankan maupun status hukum mereka. Informasi yang beredar masih sebatas keterangan sumber di lapangan dan masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut.

Diduga Semelter tersebut Sudah Lama Beroperasi dan Mencuatnya kembali aktivitas ilegal di eks smelter ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Pasalnya, lokasi tersebut diketahui merupakan salah satu kawasan yang telah lama menjadi sorotan dalam perkara tata niaga timah di Bangka Belitung.

Material zirkon dan tailing sendiri memiliki nilai ekonomi tinggi karena masih mengandung mineral sisa hasil pengolahan timah. Tidak heran jika lokasi eks smelter sering menjadi sasaran perebutan maupun aktivitas ilegal yang melibatkan jaringan tertentu.

Untuk diketahui Semelter tersebut Pernah Terseret Kasus Besar, ini bukan nama baru dalam polemik pertimahan di Bangka Belitung. Smelter yang berlokasi di kawasan Ketapang itu diketahui pernah masuk dalam daftar aset yang disita Kejaksaan Agung dalam pengusutan mega korupsi tata niaga timah senilai Rp300 triliun.

Kasus tersebut menyeret banyak nama besar dan membuka dugaan adanya praktik mafia pertimahan yang terstruktur dari hulu hingga hilir di Bangka Belitung.

Tak hanya itu, nama Semelter juga pernah mencuat dalam dokumen lama Bareskrim Mabes Polri.

Fakta tersebut membuat publik kembali mempertanyakan sejauh mana aktivitas di eks smelter tersebut masih dikendalikan pihak-pihak tertentu, meski lokasi itu sebelumnya telah terseret dalam perkara besar tingkat nasional.

Publik Desak Aparat Bongkar Aktor Utama

Masyarakat Bangka Belitung kini mendesak aparat penegak hukum agar tidak berhenti hanya pada penangkapan sopir atau pekerja lapangan semata. Aparat diminta menelusuri siapa aktor utama dan pemodal di balik dugaan praktik pencurian serta perdagangan ilegal zirkon dan tailing tersebut.

Desakan itu muncul karena publik menilai aktivitas di kawasan eks smelter mustahil berjalan tanpa adanya jaringan kuat yang melindungi.

“Jangan hanya sopir yang ditangkap. Bongkar siapa pemilik modal dan siapa yang bermain di belakang. Kalau tidak, aktivitas seperti ini akan terus berulang,” ujar salah satu tokoh masyarakat Pangkalpinang.

Menunggu Sikap Resmi Polda Babel

Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih terus berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Bangka Belitung Kombes Pol Nanang Haryono terkait operasi penindakan tersebut.

Media juga masih mencoba meminta klarifikasi dari pihak Semelter terkait dugaan aktivitas pencurian zirkon dan tailing yang terjadi di kawasan eks smelter mereka.

Pemberitaan ini akan terus diperbarui seiring perkembangan informasi dan keterangan resmi dari pihak terkait guna menjaga keberimbangan serta akurasi informasi kepada publik. (Red/adm)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *