Provinsi Bangka Belitung.
Tim9Jejakkasus.com dari hasil Pantauan awak media dilapangan Tanpa gegap gempita, sebuah operasi senyap menghasilkan dampak besar bagi tata kelola pertambangan di daerah ini. Satgas Tri Cakti kembali menunjukkan kapasitas intelijen dan ketegasan penindakan dengan menggagalkan rencana pengangkutan bijih timah dan mineral ikutan ilegal yang dipersiapkan untuk dikirim ke luar daerah. Operasi yang berlangsung Kamis malam, 12 Februari 2026, menjadi representasi keberhasilan kerja presisi yang terukur dan sistematis.
Rangkaian pengungkapan bermula dari penindakan sebelumnya di Pelabuhan Muntok, yang kemudian membuka jejak keberadaan gudang penyimpanan di kawasan Pangkal Balam. Di lokasi tersebut, Satgas Tri Cakti bersama Satgassus Pusintelal dan Lanal Bangka Belitung selaku penyidik melaksanakan penggeledahan dan pengamanan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Gudang milik inisial DN diduga kuat menjadi pusat konsolidasi material sebelum dikirim dalam skala besar. Dari lokasi itu diamankan monazite sekitar 175 karung atau ±7 ton, zircon 200 karung atau ±8 ton, serta timah kering sekitar 5 ton. Total material siap kirim mencapai ±15 ton, sementara estimasi keseluruhan stok di dalam gudang diperkirakan mencapai ±200 ton dan masih dalam pendataan lanjutan.
Skema pengiriman yang disiapkan melalui dua unit truk Fuso dengan pengemudi berinisial PR dan FD berhasil dipatahkan sebelum bergerak menuju pelabuhan. Tidak ditemukan dokumen resmi yang membuktikan asal-usul maupun legalitas pengangkutan, sehingga menguatkan dugaan praktik distribusi mineral ilegal yang terstruktur.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi capaian institusional, tetapi juga mendapat dukungan luas dari masyarakat. Warga Bangka Belitung menyampaikan apresiasi atas profesionalitas dan konsistensi Satgas Tri Sakti dalam mengamankan aset negara serta memutus rantai illegal mining. Langkah tegas yang dilakukan dinilai memberi rasa keadilan dan kepastian hukum bagi pelaku usaha pertambangan yang sah.
Dengan pendekatan berbasis intelijen dan tindakan preventif, Satgas Tri Cakti membuktikan bahwa operasi senyap yang disiplin mampu menghadirkan dampak nyata. Publik pun menaruh harapan besar agar pola kerja profesional ini terus berlanjut demi menjaga keberlanjutan sumber daya mineral di Bangka Belitung. (*)




















Komentar